Peralatan Geolistrik

 Peralatan Geolistrik

Peralatan Geolistrik

METODE GEOLISTRIK 

Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang memiliki tujuan tahu sifat-sifat kelistrikan susunan batuan dibawah permukaan tanah bersama dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebetulnya adalah melacak resistivitas atau tahanan type berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan tipe adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang punyai resistivitas makin besar, memperlihatkan bahwa batuan berikut susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk sanggup dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan dapat diukur bersama memasukkan arus listrik ke didalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berbentuk peta sebaran tahanan type baik bersama dengan jenis mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama kebutuhan diadakannya akuisisi data dan juga style konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk menyadari perubahan tahanan model lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini memakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat membawa dampak aliran arus listrik bisa menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik tersebut maka bakal mengakibatkan tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang mengakses lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung terhadap elektroda MN turut berubah cocok bersama dengan Info tipe batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan analisis bahwa kedalaman lapisan batuan yang mampu ditembus oleh arus listrik ini sama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berbentuk setengah bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang pakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berlangsung akan didapat suatu harga tahanan style semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan style semu gara-gara tahanan type yang juga selanjutnya merupakan gabungan dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan jenis semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya dideskripsikan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan tipe semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu wujud kurva knowledge geolistrik. Dari kurva knowledge selanjutnya sanggup dihitung dan diduga karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

Baca juga:  Makalah Eksplorasi Geolistrik

MANFAAT GEOLISTRIK – Peralatan Geolistrik

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan hingga kedalaman lebih kurang 300 m sangat berfaedah untuk paham barangkali adanya lapisan akifer yakni susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi adanya susunan tambang yang mempunyai kontras resistivitas dengan susunan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk sadar perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga bisa untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk memahami secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari beberapa konfigurasi, andaikata yang ke 4 buah elektrodanya terletak didalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada ke-2 sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk sadar nilai ketebalan dan tahanan style batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai karakter homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah dapat terlampau berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini bakal membuat data geolistrik menjadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang dapat mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, segi ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang biasanya terkandung pada lapisan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi mengakibatkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral dari susunan batuan yang tidak sama termasuk bakal membuat ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tapi jikalau digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia barangkali tegangan listrik alami berikut turut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga knowledge yang terukur menjadi kurang benar.

Untuk menangani terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dilakukan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter akan menyatakan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai sarana layaknya ini hanya terkandung pada multimeter bersama akurasi tinggi.

Baca juga:  Jual Geolistrik Naniura

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilakukan dengan langkah menempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai berlebihan di dalam kecermatan pembacaan karena punyai nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini termasuk tidak benar satu metode bersama isyarat yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. selain itu, metode ini perlu ongkos yang lebih mahal kecuali dibandingkan bersama konfigurasi yang lain gara-gara setiap berpindah, maka kabel mesti diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilakukan bersama dengan langkah yang sama dengan Wenner, namun jarak elektroda arus bisa diubah tidak mirip bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini mampu berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah melewati batas eksentrisitas, wajib dilaksanakan shifting terhadap elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan masih sanggup terbaca.

Konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi ada non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan bersama cara memperbandingkan nilai resistivitas semu dikala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil saat AB berada benar-benar jauh, hampir melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan langkah yang benar-benar berlainan dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama jarak na dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk bisa digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki mutu isyarat yang jelek jikalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita dapat lakukan pengurangan elektroda supaya konfigurasi selanjutnya menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berupa tahanan type sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk menyadari tidak tipis susunan lapuk, jenis batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk paham persebaran mineral di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk jelas ketebalan susunan lapuk dalam penentuan pemasangan bor, struktur lapisan serta model batuan.

Arkeologi untuk jelas situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau mengetahui intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH – Peralatan Geolistrik

Tiap konfigurasi punyai kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2

 

Baca juga: